Untuk memperoleh gambaran tentang tabiat saleh yang menjadi tujuan pendidikan anak, Al Qur’an s. Luqman : 12- 19 menyebutkan nasehat (pesan) Luqman kepada anaknya yang menjadi pedoman tentang prinsip-prinsip pendidikan menurut ajaran Islam. Nasehat itu berisi hal-hal sebagai berikut :
- Menanamkan jiwa keimanan kepada Allah secara murni, yaitu keimanan “tauhid” yang tidak berbau kemusyrikan sedikitpun.
- Menanamkan rasa wajib berbuat baik dan bersikap hormat kepada orang tua, meskipun berbeda keyakinan agamanya.
- Menanamkan rasa wajib mempermuliakan Allah atas kesadaran bahwa Allah Maha Mengetahui kepada semua perbuatan manusia, tiada suatu perbuatanpun dapat luput dari pengetahuan Allah.
- Menanamkan rasa wajib menjalankan ibadah kepada Allah, terutama ibadah shalat yang merupakan sarana komunikasi kontinu antara manusia dengan Allah, dengan cara langsung tanpa perantara apa dan siapapun, serta dilaksanakan sesuai ketentuan-ketentuan yang dituntunkan Rasulullah.
- Menanamkan rasa tanggung jawab kemasyarakatan , mengajak masyarakat untuk berbuat kebaikan dan tidak membiarkan mereka dihinggapi penyakit-penyakit sosial yang akan menjerumuskan kepada kehancuran.
- Menanamkan rasa wajib bersikap hormat kepada sesama, tidak congkak dan sombong, baik dalam perbuatan maupun perkataan.
- Menanamkan rasa wajib bersikap sopan santun dalam hidup, berjalan sedang tidak terlampau cepat dan tidak terlampau lambat, berbicara sedang, tidak terlampau keras dan tidak terlalu lembut.
Dari banyak ayat Al Qur’an lainnya dan Hadits-hadits Nabi masih banyak yang memberikan pedomanan tentang pendidikan anak yang meliputi aspek-aspek ‘aqidah, ‘ibadah, akhlaq dan kemasyarakatan.
Pendidikan keimanan merupakan fondamen mutlak yang wajib memperoleh tempat pertama, sebagaimana disebutkan dalam nasehat Luqman kepada anaknya. Pendidikan ibadah tidak hanya diberikan dengan jalan pengetahuan tetapi harus dilatihkan sejak anak berusia masih balita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar